Tampilkan postingan dengan label Gigi Mulut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gigi Mulut. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2011

Makan Apel Dapat Merusak Gigi

APEL merupakan buah yang cukup mudah didapat. Rasanya yang manis dan segar cocok dijadikan kudapan langsung, atau sebagai jus, salad, bahkan cake. Selain memiliki rasa yang enak, apel juga memiliki sejuta manfaat untuk kesehatan.

Namun berdasarkan penelitian terbaru menyebutkan, makan empat butir apel sehari bisa merusak gigi dibandingkan dengan minuman berkarbonasi.

Rabu, 17 Agustus 2011

Mengenal Jenis Sariawan

Sariawan, atau nama ilmiahnya RAS (recurrent aphthous stomatitis) ternyata banyak jenisnya yaitu major aphthous, minor aphthous dan herpetiform (lihat postingan sebelumnya). pembagian tersebut didasarkan bersadarkan tampilan klinisnya. kali ini kita akan mengenal klasifikasi sariawan ataupun RAS berdasarkan managemen penangannya, yaitu:

1. Tipe A
pada tipe ini, kejadian sariawan hanya terjadi beberapa hari dan hanya sekali dalam setahun. Rasa sakitnya dapat ditoleransi dan faktor penyebab dapat diidentifikasi. Pengobatan tidak diidikasikan untuk sariawan tipe ini.

Pengobatan Recurrent Aphthous Stomatitis a.k.a SARIAWAN

RAS atau yang biasa kita sebut sariawan memang kadang bikin jengkel dan gak enak makan. Bisa gak sih penyakit ini disembuhkan?. ini dia terapinya:
1. Dari referensi yang ada, dikatakan bahwa tidak ada pengobatan yang benar-benar efektif untuk penyakit ini
2. Symptom penyakit ini dapat dikurangi tetapi tidak ada pengobatan yang dapat mencegah kekambuhannya
3. Bedah untuk mengangkat ulkus sangat tidak dianjurkan
4. Nilai dari pembersihan ulkus secara teratur tidak mempercepatt perbaikan
5. Ablasi dengan laser mempercepat perbaikan, akan tetapi hanya sedikit keuntungan klinis yang didapat.

Selasa, 16 Agustus 2011

Recurrent Aphthous Stomatits (RAS)

terminologi lain: Aphthae, Cancer Sore, Periadenitis mucosa necrotica reccurens, sariawan.

Defenisi
kelainan mukosa mulut yang umum dijumpai dengan penyebab yang tidak diketahui pasti dan penanganannya buruk.

Epidemiologi
kejadiannya sekitar 5%-66% di populasi umum, lebih banyak dijumpai pada wanita dibandingkan pria dan baru dijumpai sejak seseorang berumur 5 tahun ke atas. frekuensi kejadian meningkat seiring dengan semakin bertambahnya umur seseorang.