Jumat, 14 Oktober 2011

Fakta Menarik Dibalik Tinja

Tinja normal berwarna kecoklatan, hal ini dikarenakan adanya stercobilin, suatu produk yang dihasilkan oleh kantong empedu yang kemudian dimetabolisme oleh bakteri normal dalam usus sehingga menyebabkan tinja berwarna kecoklatan.
Tanpa stercobilin, tinja akan berwarna putih. DAn apabila dirimua atau orang yg kau kenal (terutama pada bayi yg baru lahir) mengalami hal ini, berarti mereka sedang mengalami masalah pada kantong empedunya. Biasanya berupa penyumbatan oleh batu empedu atau hal yg serius seperti kanker pankreas.

Beberapa variasi warna yg mungkin terjadi :
• Merah, (hematochesia)
Hal ini menandakan adanya perdarahan dalam saluran pencernaan atau bisa juga karna dirimu baru saja makan buah bits.
• Hitam, (melena)
Sama2 merupakan tanda perdarahan di saluran cerna. Yang membedakan adalah darah yang tadinya merah telah bercampur dengan asam lambung sehingga berwarna merah. Biasanya pada penderita sirosis hepatis yg mengalami ruptur vena esophagei inferior Untuk membedakannya dengan mudah : kalo hitam berarti dari saluran cerna atas, kalo merah berarti dari saluran cerna bawah.
• Kuning, menandakan banyak terdapat lemak didalamnya.
• Hijau, bisa berarti kalau ada infeksi bakteri atau si empunya seorang vegetarian.


Fakta menarik:
• Jika setelah makan jagung dirimu melihat jagung didalam tinja, bukan berarti tubuhmu tidak bisa mencernanya. Bagian terluar dari jagung adalah selulose yang memang tidak bisa dicerna, tetapi bagian dalamnya adalah serat ya mudah dicerna. Jadi hanya bagian luarnnya yg tdk tercerna bagian dalamnya sudah dicerna.
• Tinja memang normal bila baunya menjijikkan (kalo baunya enak dah jadi parfum, namanya eau de ee') hal ini disebabkan oleh komponen kaya sulfur (indole, skatole, dan mercaptan) yang dihasilkan oleh bakteri normal usus sebagai produk sampingan pembusukan. Produk lainnya adalah hydrogen sulfide (itulah kenapa kentut mudah terbakar.
• Kotoran burung berwarna putih karna ginjal mereka mengeluarkan sampah nitrogen dari peredaran darah dan diekskresikan menjadi asam urat dalam kotoran, sehingga berbentuk seperti pasta putih.
• Di Asia selatan dan tenggara digunakan shower sebagai pembersih.
• Di India, penduduknya tidak menggunakan tisu toilet, mereka hanya menggunakan tangan kiri.
• Pada masyarakat romawi kuno, digunakan sponge basah sebagai pembersih. setelah selesai digunakan sponge dicelupkan kedalam air garam dan kemudian siap dipakai pelanggan berikutnya. (kalo yg pernah liat spartacus pasti tau)
• Sekitar 3/4 bagian dari tinja terdiri dari air. 1/4 sisanya, sekitar 1/3 merupakan bakteri yang mati; 1/3 lainnya adalah material fiber; sisanya campuran aantara lemak, fosfat, bakteri hidup, sel mati, dll.

sumber: indowebster